DATA dan INFORMASI yg DIPERLUKAN 1. Informasi Permenkes No. 56 Tahun 2014 tentang Perijinan dan Klasifikasi Rumah Sakit (tercantum Standar Kebutuhan Minimal Tenaga Kesehatan untuk Rumah Sakit menurut Klas A, B, C, dan D) 2. Informasi Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas 3.
Indikator-Indikator Pelayanan Rumah Sakit[BOR, AVLOS, TOI, BTO, GDR, NDR] Indikator-indikator pelayanan rumah sakit dapat dipakai untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu, dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Indikator-indikator berikut bersumber dari sensus harian rawat inap : BOR (Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur) BOR
Angka BOR yang tinggi (lebih dari 85%) menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur yang tinggi sehingga perlu pengembangan rumah sakit atau penambahan tempat tidur. Nilai indikator BOR yang ideal adalah antara 60-85% (DepKes RI, 2005). Rumus BOR = (Jumlah hari perawatan rumah sakit / (Jumlah tempat tidur x Jumlah hari dalam satu periode)) X 100%.
INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT Beberapa bentuk pengolahan data antara lain penghitungan BOR, LOS, TOI, BTO, NDR dan GDR. Penghitungan dapat dilakukan secara manual. Hasil penghitungan dapat disajikan dalam bentuk “Garfik Barber Johnson”, Grafik Barber Johnson ditemukan pada tahun 1973 oleh Bany Baeber dan David Johnson.
Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. +ilai parameter BOR yang ideal adalah antara ,)--*. ('epkes RI, ())*#. Rumus : (jumlah hari perawatan di rumah sakit) 100% (jlh tempat tidur jlh hari dalam satu periode) 2.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu.
rumus bor rumah sakit dan contohnya